BERANI – tidak populer

“Mendengar sesuatu dari orang lain, jauh dari cukup. Mendengar sendiri masih juga belum cukup. Melihat dengan mata kepala sendiri pun, jika hanya sebagian, belumlah cukup. Bahkan terkadang sangat berbahaya. Maka seorang Junzi, selalu meneliti hakikat perkara”. Kutipan tersebut merupakan penggalan cerita seorang guru yang telah salah menilai muridnya karena tidak melihat kejadian secara utuh, cerita itu bisa kita temukan di sebuah bukuBerani tidak Populer” yang ditulis oleh Budi S. Tanuwibowo.

berani
berani

Buku ini memang mengambil beberapa kisah dari buku lamanya, berupa serial Bertambah Bijak Setiap Hari (5 Matahari dan 8×3=23!) ditambah dengan kisah-kisah baru yang umumnya dari zaman Confusius.

Menarik, dalam maknanya. Buku ini tidak haram kalau dibaca dari belakang, kisah-kisahnya terpisah dan mandiri, terangkum dalam satu tema, kepemimpinan!

Berbagai kisah yang disajikan mungkin banyak kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, di dalam berkeluarga, berinteraksi dengan rekan kerja, sebagai atasan, atau sebagai bawahan. Mudah untuk menjiwai buku ini karena pendekatannya tidak untuk menggurui pembacanya, tapi mengajak pembaca agar terbiasa memilih antara yang bijak, dan yang kurang bijak disetiap pengambilan keputusan.

Budi S. Tanuwibowo banyak menggunakan nama tokoh-tokoh yang unik. Seperti Biru, Kuning dan Merah. Atau membalik nama tokoh warna tersebut menjadi Rubi, Kinung dan Herma.

Saya rasa ini buku yang menarik untuk dibaca oleh berbagai kalangan. Namun wajib dibaca oleh setiap Pemimpin.

DOA – yang tak lazim di hari lebaran

Rupanya bulan puasa ini telah membentuk pola-pola yang baru, termasuk urusan terjaga dari tidur, lebih awal dari subuh. Saya terbangun tanpa mendengar suara denting piring atau panci yang saya rindukan.

Tak lama kemudian saya pun tersadar Ramadhan tahun ini telah pergi, tidak bisa ditunda, atau di-rewind. Masa transisi ini ditandai dengan gema takbir ramai anak kecil dari Masjid belakang, lantang dan terang. Suara-suara kemenangan!

Berbahagialah mereka yang menang, yang selalu ikhlas memaafkan, yang peduli dengan anak-anak yatim dan menolong mereka yang dhuafa.

Sujud+(Sajdah)+Wallpapers+(5)

Saya bersyukur masih diberi kesempatan untuk bersujud dan memanjatkan doa. “Hamba sadar hati ini tak sepenuhnya bersih ya Allah… Hamba mohon, kegelisahan yang satu itu dihilangkan saja, hamba ingin lebih dekat lagi kepada-Mu, lebih dekat dari biasanya”

BRODO – Sepatu Produk Indonesia

MantapOKE

Kata iklan “Cintailah ploduk-ploduk endoney…sia…” Oke Brothers, sekarang saya akan perkenalkan salah satu produk buatan anak bangsa yang saya banggakan dan saya gunakan, sepatu brodo, katanya sih dari Bandung. Saya diperkenalkan produk ini dari seorang rekan kerja, namanya Arnold Frederick John Jonas. Bukan, dia bukan founder, co-founder atau tukang bikin sepatunya brodo, tapi dia selalu tertarik dengan sepatu yang kualitasnya bagus.

Okey… kembali ke brodo. Saya selalu menganggap orang-orang Bandung memiliki cara berbicara yang lembut, tapi sepatu kulit brodo buatannya ini terkesan sangat kokoh, presisi dan solid ketika dipakai. Uniknya, sepatu ini memiliki alas yang berbeda, para Brothers akan menemukan peta Indonesia di bawahnya. Jadi kalau berjalan akan meninggalkan peta Indonesia di mana-mana. Keren kan!

brodo
brodo

Koleksi sepatunya terdiri dari berbagai jenis, seperti; Scudo, Epsilon, Signore, Ventura, Perchio, dll. Bentuknya ada yang klasik dan ada yang modern, tapi semuanya keren-keren… Saya suka!

Di sisi lain brodo sangat detail dalam memperhatikan produksinya, ini yang membuat saya semakin suka. Cacat sedikit saja kita langsung ditawari diskon 15%. Padahal cacatnya sangat minim dan tidak terlalu kentara. Misalnya, tekstur yang tidak rata, atau ada jahitan dan press yang kurang sempurna. Layanan purna jual juga tetap ada, bisa dikembalikan dengan produk yang baru jika produksi tidak sempurna, atau ukuran yang tidak pas, selama produk tersebut masih dalam kondisi yang sama pada saat diterima. “Masa garansi 1 bulan”, kata pelayan tokonya.

Sayangnya, saat ini brodo hanya menyediakan produk untuk para pria, untuk para emak-emak belum tersedia. Mungkin kalau sudah ada, namanya brojol… :p

Nah, bagi Brothers yang tertarik dengan produk ini, silahkan kunjungi webnya di sini.

Untuk Brothers yang berdomisili di Makassar seperti saya, boleh langsung mengunjungi outletnya yang ada di Perempatan Jalan Macan dan Jalan Tupai.