BRODO

Kata iklan “Cintailah ploduk-ploduk endoney…sia…”

MantapOKE

Oke Brothers, sekarang saya akan perkenalkan salah satu produk buatan anak bangsa yang saya banggakan dan saya gunakan, sepatu brodo, katanya sih dari Bandung. Saya diperkenalkan produk brodo ini dari seorang rekan kerja, namanya Arnold Frederick John Jonas. Bukan, dia bukan founder, co-founder atau tukang bikin sepatunya brodo, tapi dia selalu tertarik dengan sepatu yang kualitasnya bagus.

Okey… kembali ke brodo. Saya selalu menganggap orang-orang Bandung memiliki cara berbicara yang lembut, tapi sepatu kulit brodo buatannya ini terkesan sangat kokoh, presisi dan solid ketika dipakai. Uniknya, sepatu brodo memiliki alas yang unik, para Brothers akan menemukan peta Indonesia di bawahnya. Jadi kalau berjalan akan meninggalkan peta Indonesia di mana-mana. Keren kan!

brodoind

Koleksi sepatu brodo terdiri dari berbagai jenis, seperti; Scudo, Epsilon, Signore, Ventura, Perchio, dll. Bentuknya ada yang klasik dan ada yang modern, tapi semuanya keren-keren… Saya suka!

Di sisi lain brodo sangat detail dalam memperhatikan produksinya, ini yang membuat saya semakin suka. Cacat sedikit saja kita langsung ditawari diskon 15%. Padahal cacatnya sangat minim dan tidak terlalu kentara. Misalnya, tekstur yang tidak rata, atau ada jahitan dan press yang kurang sempurna. Layanan purna jual juga tetap ada, bisa dikembalikan dengan produk yang baru jika produksi tidak sempurna, atau ukuran yang tidak pas, selama produk tersebut masih dalam kondisi yang sama pada saat diterima. “Masa garansi 1 bulan”, kata pelayan tokonya.

Sayangnya, saat ini brodo hanya menyediakan produk untuk para pria, untuk para emak-emak belum tersedia. Mungkin kalau sudah ada, namanya bukan brodo, tapi brojol… :p

Nah, bagi Brothers yang tertarik dengan produk brodo ini, silahkan kunjungi webnya di sini.

Untuk Brothers yang berdomisili di Makassar seperti saya, boleh langsung mengunjungi outlet brodo yang ada di Perempatan Jalan Macan dan Jalan Tupai.

Success for Brodo!

KAWAN

Saya semakin jarang membuka facebook sebenarnya, berusaha lebih sering membalas senyuman ketimbang membalas komentar di sosial media. Tetapi karena ditugaskan ke Jakarta, seorang diri, di awal puasa, ini berat. Saya butuh kawan! Saya butuh facebook! Sewaktu membuka facebook ada sebuah status seorang teman yang sudah sangat lama saya tidak berjumpa dengannya. Statusnya begini:

“Ada daerah tertinggal, termiskin, terluar dan tertipu.”

Okey, saya sering mendengar daerah tertinggal, termiskin dan terluar. Tapi daerah tertipu? Ini istilah baru, saya nyaris tertawa. Tetapi kalau yang menulis status  Andi Zulkarnain, saya tahu dia serius. Dia adalah kawan yang tidak berhenti berjuang, kami nobatkan dia sebagai ketua angkatan yang kami sebut Spes Patriae, dari bahasa sansekerta, berarti: generasi penerus bangsa.

Entah kenapa, karena statusnya itu, saya tiba-tiba ingin sekali bertemu, berbicara banyak hal seperti waktu masih mahasiswa. Dan karena kebetulan-kebetulan yang menyenangkan, kami akhirnya bertemu beserta teman-teman kuliah dulu.

Tempat kejadian perkara di Cafe The People Casablanca

Ini dia kawan-kawan saya yang hatinya baik. Mulai dari pasangan yang memakai baju orange di depan itu, namanya Yoseth, dia diampingi istrinya yang logatnya kurang lebih sama dengan Yoseth, Kendari! Biasanya kami memanggilnya Bang Yos, pintar macroekonomi, suka berdebat, sekarang profesinya mengarah ke politisi.

Paling kanan; perempuan yang memakai jaket jeans biru itu bernama Puput, profesinya bankir, biasanya dipanggil kepiting, suka mencubit, sakit! Dia dinikahi oleh teman seangkatan kami, Iccank seorang pengusaha. Kebetulan, Iccank senang dicubit sama kepiting.

Nah, pria ganteng yang memakai kaos hitam, tidak sombong, suka menolong, dan suka malu2… itu saya! Di postingan ini saya tidak perlu menceritakan tentang diriku. Terlalu dahsyat Sodara2… :p

Yang berdiri pakai baju kotak-kotak itu bernama Bandy, anak sungguminasa yang suka memotret, nekad menikahi senior yang mengospek kami (yang pakai blus putih), sekarang mereka berdua lebih banyak tinggal di Australia.

Yang kedua dari terakhir itulah yang fenomenal, cetar… dan berbahaya nama panggilannya Zoel, yang saya ceritakan pada paragraf pertama, tentu didampingi istrinya yang bersahaja, arah karirnya juga ke politisi (terlihat sejak dia masih mahasiswa), saat ini memiliki rumah baca di daerah Toddoppuli – Makassar, namanya Philosophia. Dia menikahi junior yang dari jurusan akuntansi.

Saat ini kami sedang merencanakan pertemuan besar, mungkin membutuhkan lebih banyak meja dari yang ada di Cafe The People Casablanca.

COBAAN

Sahur pertama hampir dipastikan, enak! Ramadhan selalui spesial bagi kebanyakan ummat muslim. Tetapi 1 Ramadhan merupakan awal dari cobaan di bulan suci ini, hari senin… hari yang sibuk… pagi ini ada rencana untuk melakukan video conference bersama big bos dari pusat. Dan ketika saya ingin berangkat ke kantor… Astagfirullah, ban mobil kempis.

kempis

Saya yang sudah menyiapkan diri dengan penampilan prima, tampan dan tidak sombong, akhirnya dicoba di pagi hari. Langsung membuka baju (pastinya ini pekerjaan yang akan menguras keringat), ganti ban serep, lalu berangkat ke kantor yang sudah dipastikan, terlambat!

#begitu pukul tiga waktu indonesia tengah, saya merasakan haus dan kesedihan yang amat dalam